[Latest News][6]

Agenda
Bahtsul Masail
Foto
Opini
Syariah
Ubudiyah
Video
Warta

Ziarah Kubur untuk Meningkatkan Kualitas Hidup




ANSOR, JAKARTA – Salah satu hikmah yang bisa dipetik dari ziarah kubur adalah meningkatkan kualitas hidup seseorang. Hal ini karena dengan ziarah kubur akan mengingatkan pada kematian dan dengan mengingat kematian, maka seseorang akan terus berusaha untuk meningkatkan kualitas hidup seseorang untuk menjadi lebih baik dalam menjalani kehidupan di dunia, sebagai bekal menuju kematian nantinya.

Demikian salah satu mauidhoh oleh KH. Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) dalam peringatan Sewindu Wafatnya Gus Dur, di Ciganjur, Jumu’ah malam (22/12/2017). 

Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Rembang ini membeberkan tips menjadi orang baik ala Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Menurut dia, seseorang akan menjadi baik jika ia sering mengingat mati.

Saat Gus Dur menjadi pejabat, kata Gus Mus, dia akan berhati-hati dalam bersikap karena mengingat mati. Salah satu cara agar tetap ingat dengan kematian, Gus Dur kerap melakukan ziarah kubur.

"Gus Dur satu-satunya presiden sing sobo kuburan. 'Sarkub' atau sarjana kuburan," kata Gus Mus sebagaimana dilansir situs Tempo.co
Menurut Gus Mus, pernah seseorang bertanya ke Gus Dur kenapa rajin ziarah kubur. Gus Dur menjawab karena para penghuni kuburan dipenuhi dengan orang yang baik. "Enggak ada yang saling fitnah, saling ghibah, dan mengingatkan ke akhirat," ucapnya.

Karena itu, Gus Mus mengajak masyarakat untuk banyak-banyak mengingat mati sehingga semasa hidupnya akan berbuat baik demi bekalnya di akhirat nanti. "Ingat mati penting. Ada orang sombong karena lupa dia akan mati. Kalau pejabat ingat akan lengser dia pasti akan baik," tuturnya.

Peringatan sewindu wafatnya Gus Dur diperingati oleh Keluarga besar Abdurrahman Wahid di Ciancur, Jakarta. Tahun ini tepat delapan tahun kepergian sang guru bangsa itu. Seperti tahun-tahun sebelumnya, peringatan haul Gus Dur diisi dengan pembacaan doa, tausyiah, serta penyampaian testimoni dari sejumlah tokoh nasional.

Putri Gus Dur sekaligus Ketua Panitia Sewindu Haul Gus Dur, Zannuba Arifah Chafsoh (Yenny Wahid), mengatakan peringatan kali ini mengambil tema “Semua demi Bangsa dan Negara”. “Melodi yang berbeda-beda tetap akan menghasilkan musik yang indah ketika kita bersepakat memainkannya dalam satu harmoni," katanya, di lokasi.

Menurut Yenny, tema ini dipilih sebagai bahan refleksi untuk semua elemen bangsa. Meski pandangan politik berbeda, harus tetap bersatu untuk membangun bangsa. "Bukan hanya memenangkan kepentingan pribadi dan golongannya,” ujarnya.
Gus Dur wafat di usia 69 tahun pada 30 Desember 2009. Beliau merupakan salah satu tokoh Nahdlatul Ulama (NU) yang merupakan cucu dari pendiri NU, KH Hasyim Asy'ari. (Tempo/Kharis)

Tentang GP Ansor Ranting Nalumsari

Gerakan Pemuda Ansor Ranting Nalumsari Jepara.

Mulai mengetik dan tekan Enter untuk Cari