[Latest News][6]

Agenda
Bahtsul Masail
Foto
Opini
Syariah
Ubudiyah
Video
Warta

HARI PAHLAWAN DAN RESOLUSI JIHAD NU





Sejarah pertempuran 10 November di Surabaya, awalnya tidak ada yg mau mengakui akan peran dan adanya fatwa & resolusi jihad dari Nahdlatul Ulama. Hal ini dapat dilacak dari  Tulisanya Prof Ruslan Abdul Gani, yang mengatakan bahwa Resolusi Jihad dari KH Hasyim Asy’ari disebut tidak pernah ada dan tidak pernah disebut.  Bung tomo, paghlawan Nasional, yang pidato dengan teriak-teriak dan penuh semangat saat perang 10 November berkobar, dalam bukunya juga tidak pernah menyebutkan bahwa fatwa & resolusi jihad pernah ada. Ditambah,  Laporan tulisan mayor Jendral Sungkono juga tidak menyebut pernah ada fatwa & resolusi jihad

Karena itu banyak orang menganggap Fatwa & Resolusi Jihad itu hanya dongeng dan ceritanya orang NU saja.  “Di antara elemen bangsa Indonesia yang tidak memiliki peran dan andil dalam usaha kemerdekaan dan mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia itu hanya golongan pesantren khususnya NU." Itulah kesimpulan seminar nasional di perguruan tinggi negeri besar di Jakarta tentang perjuangan menegakkan Negara Republik Indonesia pada tahun 2014. Bahkan dengan sinis salah seorang menyatakan “organisasi PKI, itu saja pernah berjasa. Karena pernah melakukan pemberontakan tahun 1926 melawan belanda.  NU tidak pernah”.  Itu sangat aneh. Pandangan ini juga pernah dianut oleh tokoh-tokoh LIPI.  Gus Dur kemudian juga mengonfirmasi kalau sejarah ulama dan kiai memang sudah lama ingin dilenyapkan dan ditiadakan.

Tahun 1990 ada peringatan 45 tahun pertempuran 10 November, yang jadi pahlawan besar dalam pertempuran 10 November diumumkan dari golongan mereka, Yakni orang terpelajar yang berpendidikan tinggi. Nama-nama mereka muncul tersebar di televisi, Koran, majalah.
“Itu ceritone 10 November yang berjasa itu harusnya Kyai Hasyim Asy'ari dan poro kiai. Kok bisa yang jadi pahlawan itu wong-wong sosialis?". Itu komentar Nyai Sholihah, ibu Gus Dur.
Dari situlah Gusdur diminta untuk klarifikasi. Lalu Gusdur klarifikasi dan menemui tokoh-tokoh tua & senior di kalangan kelompok sosialis, mengenai 10 November.  Sambil ketawa-ketawa mereka menjawab: "Yang namanya sejarah dari dulu kan selalu berulang, Gus. Bahwa sejarah sudah mencatat, orang bodoh itu makanannya orang pintar. Yang berjasa orang bodoh, tapi yang jadi pahlawan wong pinter. Itu biasa, Gus," katanya kepada Gusdur.

Wah itu gus dur marah betul dibegitukan, berarti mereka sampai tahun 90 masih nganggap NU bodoh…. Itulah, tahun 91 Gus dur melakukan kaderisasi besar-besaran anak muda NU. Anak-anak dilatih untuk mengenal analisis sosial, ansos pertama kali. Teori-teori2 sosial diajarkan sama Gus dUr ke anak2… filsafat, sejarah… apapun… Geopolitik, geostrategi.. diajari anak2… Supaya tidak lagi dianggap bodoh. Dan kemudian berkembang. Saya termasuk yg ikut pertama kali kaderisasi itu. karena itu agak faham.

Itulah, seluruh penulis sejarah Indonesia menyatakan fatwa dan resolusi jihad tidak ada. Tapi ternyata saya menemukan tulisannya seorang sarjana, sejarawan amerika… frederik Anderson. Dalam tulisanya tentang penjajahan jepang di Indonesia 42 sampai 45 di Indonesia.

Beliau menyatakan. Tanggal 22 oktober pernah ada resolusi jihad yg dikeluarkan oleh pengurus besar nahdlatul ulama di Surabaya. Bagaimana Frederik Anderson ini menyatakan bahwa tanggal 22 oktobet 45 itu ada resolusi jihad? Ternyata beliau memiliki sumber dasar. Karena apa? Setelah resolusi jihad dikumandangkan tanggal 22 oktober, tanggal 25 oktober kantor berita Antara yaitu kantor berita nasional memuat secara lengkap resolusi jihad… Kantor berita Negara itu…

Tanggal 27 oktober Koran kedaulatan rakyat juga memuat secara lengkap resolusi jihad. Ada lagi Koran suara masarakat di Jakarta, juga memuat resolusi jihad.

Artinya, peristiwa ini ada sekalipun wong Indonesia tidak mau menulis bahwa itu ada. Karena menganggap NU yg mengeluarkan ini golongan lapisan bawah. Dimanipulasi…

Disitulah kita temukan, kita patahkan Pandangan orang yg mengatakan NU satu2 nya elemen bangsa Indonesia yg tidak memeliki peran apapun dalam bina Negara republik Indonesia. Disitu kita buka, kita bongkar dokumen2 lama yg sebagian besar berbahasa belanda, bahasa inggris, bahasa perancis dan sebagainya.. bahasa jepang…
Disitu kita dapat, ketika Indonesia pertama kali merdeka ga punya tentara, tidak ada tentara.. baru dua bulan kemudian diadakan tentara. Agustus, September, oktober… 5 oktober dibentuk tentara keamanan rakyat (TKR). Ini dokumen Negara. Silakan dibaca di sekretariat Negara, di arsip nasional ini semua ada. Nah, dg dibentuknya ini Negara Indonesia sudah punya tentara. Tanggal 10 oktober diumumkanlah jumlah tentara keamanan rakyat di jawa saja. Belum Sumatra dll.. itu ternyata TKR di jawa jumlahnya 10 divisi. 1 divisi isinya 10.000 prajurit. Terdiri dari 3 resimen, terdiri dari 15 batalyon. 1 divisi… jd 10 divisi artinya TKR jumlahnya 100.000 pasukan. Itu TKR pertama. Yg nanti menjadi TNI.

Dari pernyataan data TKR yg dikeluarkan pemerintah tanggal 10 oktober 1945 kita tahu, bahwa komandan divisi pertama TKR itu adalah Kolonel KH. Sam’un. Kiyai… pengasuh pesantren di Banten. Komandan divisi ketiga adalah kolonel KH. Arwiji kartawinata. Ini di tasikmalaya. Pangkatnya kolonel.. kiyai haji… sampai tingkat resimen sama… resimen 17 dipimpin letnan kolonel KH. Iskandar idris. Resimen 8 dipimpin letnan kolonel KH. Yunus anis. Sampek komandan batalyon… komandan batalyon TKR Malang dipimpin mayor KH. Iskandar sulaiman. Siapa kiyai iskandar sulaiman ini? Beliau saat itu jabatannya rois suriyah kabupaten malang. Poro kiyai… ini dokumen Negara… ga ngarang… silakan dibaca di arsip nasional kemudian di sekretariat Negara masih tersimpan. di pusat sejarah TNI ada semua… bahkan untuk selanjutnya kita lihat komandan divisi pertama TKR kolonel kh. Sam’un beliau ternyata pensiun brigadir jendral. Jadi banyak kiyai2 yg pensiun brigadir jendral. Ini sejarah yg selama ini ditutup. Termasuk KH. Hasyim asy’ari dalam pemerintahan presiden soekarno beliau sudah ditetapkan sebagai pahlawan nasional. Tp silakan dibaca itu buku2 sejarah anak2 SD, Smp, Sma… ada ga? KH Hasyim asy’ari masuk di buku pelajaran itu. Ga ada… seoalah2 ga pernah ada jasanya dan bukan pahlawan nasional… jadi memang yg dari pesantren itu disingkirkan betul dari Negara ini.

Nah, dari situ kita bisa tahu kenapa TKR waktu itu banyak dipimpin poro kiyai, karena hanya poro kiyai dari pesantren dg santri2 yg menjadi tentara itu adalah golongan dari elemen bangsa ini yg mau berjuang sebagai militer tanpa bayaran. Tentara saat itu ga dibayar. Dibayar dr mana.. baru merdeka, duit aja ga punya. Jadi, tentara itu baru menerima bayaran tahun 1950. Selama 45 sampai perjuangan 50 itu ga ada bayaran. Dan yg mau melakukan itu hanya poro kiyai, dengan tentara2 hizbulloh.. laskar2 itu ga ada bayaran.. sampai sekarang.. NU itu punya tentara swasta namanya Banser, yo gak dibayar… (hahaha… riuh hadirin tertawa). Itu fakta… jd nanti kita akan tahu bagaimana sampek terjadinya pertempuran 10 nopember.

10 nopember ini satu peristiwa paling aneh dalam sejarah. Kenapa? Pertempuran besar yg terjadi setelah perang selesai. Jadi perang dunia itu selesai 15 agustus. Ketika jepang menyerah itu perang dunia kedua dinyatakan selesai. Tidak ada lg perang…

Pasukan inggris ditugasi ngangkuti interniran dan tawanan jepang. Tawanan militer yg diangkuti, tugasnya utama itu. Jangan sampek tawanan2 ini menghadapi amuk massa… diserang massa dipateni kabeh.. wah iki bahaya. Jd harus diangkuti.

Bagaimana bs terjadi perang besar 10 nopember, wong sudah ga ada perang. Nah ternyata sebelum pertempuran 10 nopember ada perang 4 hari di Surabaya. Tanggal 26, 27, 28, 29 oktober 1945. Bagaimana bisa terjadi perang 4 hari di Surabaya? Karena sebelum tanggal 26, tanggal 22 oktober ada fatwa dan resolusi jihad dari PBNU, itu yg menyebabkan Surabaya bergolak. Jd tentara inggris sendiri aslinya tidak pernah berfikir akan perang. Akan bertempur dg penduduk Surabaya, ga pernah mikir mereka… perang selesai kok… tp karena masarakat Surabaya terpengaruh fatwa dan resolusi jihad, siap nyerang inggris, yg waktu itu mendarat di Surabaya. Ini sejarah yg selama ini ditutupi.

Justru karena dg sejarah yg ditutupi, tidak mengakui fatwa dan resolusi jihad dan tidak mengakui ada perang 4 hari di Surabaya, orang yg membaca sekilas peristiwa 10 nopember akan nganggep tentara inggris gak waras. Lapo Ngebomi kota Surabaya tanpa sebab… untuk apa… tp kalo melihat rangkaian ini baru masuk akal. Oya marah mereka karena jendralnya terbunuh, pasukanya dibunuh bonek2 suroboyo… (hahahaha audiens ngakak).

Kenapa harus ada fatwa dan resolusi jihad? Karena presiden soekarno meminta fatwa kepada PBNU, mbh hasyim… apa yg harus dilakukan warga Negara Indonesia kalo diserang musuh? Karena belanda ingin kembali menguasai Indonesia. Disitulah bung karno juga menyatakan bagaimana caranya supaya Negara Indonesia diakui oleh Negara di dunia, karena sejak diproklamasikan 17 agustus dan Negara dibentuk 18 agustus tidak ada satupun Negara di dunia yg mau mengakui Indonesia. Karena Negara Indonesia diberitakan adalah Negara boneka bikinan jepang, bukan atas kehendak rakyat. Negoro sg ora dibelani rakyat.

Itulah… fatwa dan resolusi jihad kemudian dimunculkan oleh PBNU, itulah yang akhirnya ketika inggris dateng… tanggal 25 oktober tidak diperbolehkan masuk Surabaya, karena penduduk Surabaya sudah siap perang. Ternyata sore, gubernur jawa timur mempersilahkan. Silahkan inggris masuk tp di tempat yg secukupnya saja. Ditunjukkan beberapa lokasi, kemudian masuk. Tanggal 26 oktober ternyata membangun pos2 pertahanan inggris. Karung2 pasir ditumpuk kemudian dikasih senapan mesin. Bikin begitu, Banyak… lho ini apa maunya inggris, padahal sudah tersebar isu belanda mau berkuasa dg membonceng tentara inggris. Dg munculnya pos2 pertahanan tanggal 26 oktober sore hari pos pertahanan itu diserang massa. Penduduk Surabaya dr kampung2 keluar nawur pasukan inggris. Ayo tawur.. tawuran.. dan peristiwa itu memang betul… para pelaku mengatakan, itu duduk perang mas… itu tawuran. Kenapa? Ga ada komandanya, ga ada yg mimpin. Pokoe wong krungu jihad.. jihad… mbh hasyim.. mbh hasyim… jihad… sudah, keluar semua langsung tawur. Sambil teriak allohu akbar… jd ini betul, memang bukan perang karena ga ada komandanya. Keluar dr kampung2, knp? Karena seruan jihad itu disiarkan lewat langgar2.. masjid… lewat spiker2 itu… langsung jihad… tawur… dan itu berlangsung 27 oktober, besoknya… perang lg… tanggal 28 oktober yg namanya tentara kepengaruh bonek… melu nawuri inggris. Namanya tentara kan terlatih.. langsung massa dipimpin, ayo lewat sini. Dalam pertempuran 28 oktober ini 1000 lebih tentara inggris mati dibunuh. Tp tentara ga ngakoni, karena mereka tentara… kenapa? Indonesia merdeka, negoro belum ada yg mengakui, mosok tentara wes mateni tentara inggris, o itu urusan besar nanti… itu ikhtiyar arek suroboyo kabeh. Ya orang2 surabaya aja. Itu yg diteriakkan selalu “arek2 suroboyo” krn apa? Tentara ga mau ikut campur disitu. Negoro drg ono sg ngakui, wes mateni tentara inggris. Sampek tanggal 29 pertempuran itu masih. Disitulah pihak inggris mendatangkan presiden soekarno dan wakil presiden mohamad hatta, datang… didamaikan… tanggal 30 oktober ditanda tangani kesepakatan damai, tidak tembak menembak… itu kan gubernur jawa timur, pimpinan jawa timur, wong sg tawuran rakyat… ga ada hubunganya rakyat dg gubernur. Gubernure wes tanda tangan, massa kampong ga mau. Itulah tanggal 30 oktober brigadir jendral mallaby digranat arek suroboyo.. blengngngng.. mati. Inggris ngamuk betul, maksude opo wong2 iki… perang sudah selesai, pasukan inggris diserang, jendrale dipateni. Panglima tertinggi jendral krestisten marah. Kemudian ngancam “kalau sampai tanggal 9 nopember jam 6 sore pembunuhnya mallaby tidak diserahkan, dan tanggal itu orang2 surabaya yg masih memegang bedil, meriam dst… tidak menyerahkan senjata kepada tentara inggris, tanggal 10 nopember jam 6 pagi Surabaya akan dibom-bardir. Darat laut udara… datanglah tujuh kapal perang. Langsung di pelabuhan tanjung perak itu… meriamnya sudah diarahkan ke Surabaya. Dan kemudian meriam howidser diturunkan dari kapal. Ini husus utk menghancurkan bangunan dan kemudian satu squadron pesawat tempur dan pesawat pengebom. Memang mau dihabisi Surabaya itu. Krn mereka marah.

Disitulah tanggal 9 nopember jam setengah empat sore setelah mbh hasyim pulang dari konverensi masyumi di jogja, Karena beliau ketua masyumi waktu itu, beliau pulang ke Surabaya mendengar ancaman itu dan menyaksikan sendiri bagaimana blockade mau menghancurkan Surabaya, langsung beliau menjawab, fatwa… “fardhu ain bagi semua umat islam yg berada dlm jarak 94 kilo dr kota Surabaya utk membela kota Surabaya”. Ya, 94 kilo itu jarak dibolehkannya solat qosor. Wilayah sidoarjo, mojokerto, malang, pasuruan, jombang itu kan ga sampe 90 kilo. Dateng semua. Kediri juga datang. Kita catat semua. Bahkan dr lirboyo ini dlm catatan dipimpin kiyai mahrus. Jadi seruan itu langsung disambut luarbiasa. Bahkan Cirebon yg lebih dr 500 kilo datang ke suroboyo.

Kemudian kiyai agus sunyoto mengkisahkan hiruk pikuk pertempuran.. mulai dr jumlah pasukan, jenis senjata, siapa saja yg ikut perang.. termasuk anak2 kecil bahkan orang2 dr lintas agama juga ikut perang. Orang kong hucu, Kristen, buda semua ikut jihad. Selain menewaskan jendral mallaby, pertempuran di Surabaya juga menewaskan seorang Brigadir jendral yg bernama loder saimen. Jd peristiwa pertempuran Surabaya itu menewaskan dua orang jendral Inggris. (*)

TULISAN DIOLAH  DARI TWEET DUTAISLAM.COM

Tentang GP Ansor Ranting Nalumsari

Gerakan Pemuda Ansor Ranting Nalumsari Jepara.

1 komentar

Mulai mengetik dan tekan Enter untuk Cari