[Latest News][6]

Agenda
Bahtsul Masail
Foto
Opini
Syariah
Ubudiyah
Video
Warta

FKUB Kudus Gelar FGD Bahas "Ketahanan Ketuhanan Yang Maha Esa"




ANSOR, KUDUS – Beberapa tahun terakhir Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Kudus meluncurkan konsep baru dalam meminimalisasi gesekan antar umat beragama. Konsep yang diberi judul “Ketahanan Ketuhanan Yang Maha Esa” kembali didiskusikan dalam Focus Group Discussion (FGD) pada Rabu, 20 Desember 2017 di hotel @hom Kudus. 

Sekitar 50 tokoh dari berbagai agama di Kudus hadir dan memberikan masukan dalam forum yang digagas untuk mencetuskan solusi atas berbagai peristiwa menyangkut penistaan agama, dan peristiwa lain yang menyangkut gesekan umat beragama di negeri ini, yang semakin kentara akhir-akhir ini.Dalam forum tersebut, gagasan yang dicetuskan oleh Prof. H. Muslim A Kadir,  anggota FKUB Kudus ini, berfokus pada pemberdayaan sumber daya sila pertama Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa.

Guru besar STAIN Kudus ini menuturkan, kerangka berfikir yang dikembangkan berlandaskan pada persoalan umat beragama yang merupakan bagian dari kehidupan berbangsa bernegara dalam kerangka NKRI. Sehingga, penyelesaian persoalan di atas dapat didasarkan dan bersumber pada pelaksanaan dasar Negara, yakni Pancasila, UUD 1945.

Sementara, landasan filosofis yang dipakai adalah mempertimbangkan realisme metafisik sebagai pandangan keilmuan. Rumusan filsafat ilmu ini dapat melahirkan empirisme deduktif yang berpangkal pada premis mayor agama dan berujung pada perilaku empiris. Lebih jauh, rumusan teori tentang perilaku umat beragama dapat dihasilkan atas dasar landasan tersebut. Perilaku konkret dalam kehidupan nyata dilakukan atas dasar rumusan teknis melalui metode praktik agama.

Ketua FKUB Kudus, DR. H. Ihsan, M.Ag menyatakan, kegiatan ini adalah kelanjutan dari kegiatan FGD sebelumnya, dimana konsep dari FKUB mengenai Ketahanan Ketuhan Yang Maha Esa terus dibedah dan disempurnakan unthuk menjadi konsep dari FKUB Kudus dalam mengatasi perseoalan antar umat beragama. “Harapannya konsep ini akan segera final dan menjadi pedoman dan semacam SOP untuk membina kerukunan umat beragama di negeri ini,” tegas Ihsan.

Ihsan melanjutkan, dalam FGD yang dibuka resmi oleh Kepala Kantor Kemenag Kab Kudus, H. Noor Badi ini, merupakan FGD penting, dimana hasilnya nanti akan disosialisasikan ke berbagai pihak termasuk pihak pemerintah, Legislatif dan Ekskutif. “Juga kita akan sosialisasikan ke sekolah dan madrassah,” kata dia. (Kharis)

Tentang GP Ansor Ranting Nalumsari

Gerakan Pemuda Ansor Ranting Nalumsari Jepara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mulai mengetik dan tekan Enter untuk Cari