[Latest News][6]

Agenda
Bahtsul Masail
Foto
Opini
Syariah
Ubudiyah
Video
Warta

Jateng Juara Umum MQK Nasional 2017




ANSOR, BALEKAMBANG – Penantian panjang dan usaha keras dari kafilah Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) Jawa Tengah membuahkan hasil. Setelah beberapa kali MQK tingkat Nasional selalu nomor dua dan kalah dari Jawa Timur, kini kafilah Jateng sukses menjadi juara umum. Pada MQK Nasional VI yang digelar di Pondok Pesantren Raudlatul Mubtadi’in, Balekambang, Nalumsari, Jepara, Jawa Tengah, kontingen Jateng sukses menggondol 24 emas (juara I), 9 perak (juara 2) dan 7 perunggu (juara 3).  

Di tempat kedua diduduki oleh kontingen dari Jawa Timur, menyusul selanjutnya Jawa Barat (juara ketiga), Kalimantan Selatan (juara keempat), Aceh (juara kelima), Kalimantan Timur (juara ke enam), Banten (juara ketujuh), Sumatera Utara (juara ke delapan), Sumatera Barat (juara kesembilan) dan DI Yogyakarta (juara kesepuluh). 

Dalam penutupan dan pengumuman pemenang yang dibacakan Ketua Dewan hakim, Said Agil Husein Al-Munawwar, pada Selasa (5/12/2017) malam dari 24 emas yang diraih Jateng antara lain disumbang oleh Wasiatur Rizqiyyah (Akhlak Ula Putri/PP Darul Falah Jepara), Fiki Fitriyani (Nahwu Wustho putri/PP Aris Putri), Widianur Okta Noviato (Akhlak Wustha Putra/PP Ma’hadut Tholabah Tegal), Atmim Nurona (Akhlak Wustha Putri/PP Raudlatul Ulum Pati), Muhamad Alif Hazman (Tarikh Wustha Putra/PP Al Hikmah 2), Ya’kub (Tauhid Wustha Putra/PP MIS Rembang), Farikhatul Fitria (Tauhid Wustha Putri/Raudlatul Ulum, Pati) dsb. Hasil lengkap Juara MQK VI 2017 dapat dilihat di sini.

Adapun tuan rumah, Pondok Pesantren Raudlatul Mubtadi’in, Balembang, Nalumsari, Jepara, yang mendapatkan tiket tampil di babak final MQK Nasional, juga sukses mempersembahkan piala. Dari semua nomor yang diikuti, Ponpes di bawah asuhan KH. Ma’mun Abdulloh ini, sukses meraih dua emas, tiga perak dan lima perunggu.  Dua emas masing-masing dipersembahkan oleh Wildatul Muyasiroh (Fiqh Wustha Putri) dan Ahmad Busro (Ilmu Hadits Ulya). 

Kegiatan MQK VI dilaksanakan pada 27 November -  5 Desember 2017. Kegiatan yang diikuti oleh 1.456 santri dari 34 provinsi dan dibuka oleh Menteri Agama, H. Lukman Hakim Saifuddin, ini menyelenggarakan tiga perlombaan pokok dalam MQK. Pertama, lomba membaca, menerjemahkan, dan memahami kitab kuning. Total ada 25 bidang yang akan dikompetisikan dan terbagi dalam tingkatan, yakni ula (dasar), wustha (menengah), dan ulya (tinggi).

Kedua, lomba debat konstitusi berbasis kitab kuning. Lomba ini akan menggunakan Bahasa Arab dan Inggris. Diikuti oleh mahasiswa Ma’had Aly. Lomba ini merupakan ikhtiar Kemenag untuk memberikan jawaban atas pertanyaan tentang nasionalisme dalam Islam.

Ketiga, eksibisi. Yaitu pertunjukkan atraktif tentang nazham kitab populer di pondok pesantren yang diisi oleh Tim (maksimal 5 orang) dari setiap kafilah. Nazham yang akan ditampilkan antara lain dari kitab  Alfiyah Ibn Malik (kitab berisi 1000 bait syair tentang ilmu gramatika Bahasa Arab).

Selain kegiatan pokok tersebut, ada sejumlah kegiatan penunjang yang digelar di lokasi MQK. Kegiatan penunjang sifatnya tidak dilombakan. Kegiatan itu adalah Halaqah Pimpinan Pondok Pesantren, Sarasehan dan Musyawarah MQK, Bazar dan Pameran Produk Pondok Pesantren, Diskusi Kepesantrenan dan Kitab Kuning, Pentas Seni kaum santri. Pembukaan MQK N VI sendiri, dimeriahkan dengan penampilan tarian ratu Kalinyamat. (Kharis)

Tentang GP Ansor Ranting Nalumsari

Gerakan Pemuda Ansor Ranting Nalumsari Jepara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mulai mengetik dan tekan Enter untuk Cari