[Latest News][6]

Agenda
Bahtsul Masail
Foto
Opini
Syariah
Ubudiyah
Video
Warta

Usai Jama'ah di Masjid, Rais Syuriah MWC NU Nalumsari Tutup Usia



ANSOR, NALUMSARI - Warga Jepara berduka. Salah satu tokoh penting, seorang ulama terpandang, dzurriyah Rasul dan tokoh penting di Nahdlatul Ulama meninggal dunia. Habib Ahmad bin Hasan bin Sholeh Bin Syaikh al Jufri menghembuskan nafas terakhirnya pada Sabtu Pon 27 Jumadal Ula 1440 H bertepatan dengan 2 Februari 2019 sekira pukul 16.00 di rumahnya di desa Nalumsari kecamatan Nalumsari kabupaten Jepara.

Kabar kepergian Habib Ahmad, yang merupakan Rais Syuriah MWC NU kecamatan Nalumsari,  mengagetkan warga Jepara khususnya warga kecamatan Nalumsari. Sebab, Habib masih aktif berkegiatan di hari-hari terakhir. Sehari sebelumnya, pada Hari Jumu'ah (1/2/2019) Habib masih aktif berkegiatan bahkan memberikan wejangan pada pengurus GP Ansor kecamatan Nalumsari yang saat itu sowan ke dalem beliau dalam rangka silaturrahim menjelang pelantikan PG Ansor Kecamatan Nalumsari. Pada malam harinya (malam Sabtu) Habib Ahmad hadir pada doa bersama dan selametan gedung baru Auditorium desa Nalumsari. Pada Sabtu subuh, Habib Ahmad juga masih menjadi imam di masjid Darussalam Nalumsari, berjarak sekitar 100 meter dari kediamannya. Di masjid inilah, Habib Ahmad melaksanakan shalat Ashar berjam'aah terakhirnya sebelum dipanggil Yang Kuasa.


Menurut keterangan pihak keluarga, Habib Ahmad meninggal di rumah tak lama setelah melaksanakan shalat Ashar di masjid. Memang, Habib Ahmad dikenal tekun dalam melaksanakan shalat lima waktu dengan berjama'ah. Beberapa waktu terakhir, Habib Ahmad memang lebih suka datang ke masjid dengan mengendarai sendiri sepeda motor listrik. Sebelumnya beliau juga biasa naik sepeda motor sendiri kalau ke masjid.

Baca: Ribuan Pelayat Mengantar Kepergian Habib Ahmad

Pada saat itu, Sabtu sore usai berjama'ah dari masjid, Habib Ahmad mengendarai sepeda listrik sampai di rumahnya. Tak berapa lama saat sudah ada di ruang pribadinya, beliau menghembuskan nafas terakhirnya ditunggui sang istri sang putra laki-lakinya. Lahir pada 12 September 1955, Habib Ahmad meninggal dunia dalam usia sekira 63 tahun. Habib Ahmad meninggalkan satu istri, empat anak dan lima cucu. Putra-putrinya terdiri atas Satu putra laki-laki dan tiga orang putri. Sang putra inilah, yang dikenal bib Sholeh yang meneruskan perjuangan beliau dalam kiprah kaderisasi pendidikan maupun dalam organisasi NU.


Dari sisi pengkaderan, Habib Ahmad dikenal sebagai sosok tegas dan istiqamah dalam mengkader santri-santri. Melalui lembaga pendidikan Yayasan Pendidikan Islam Ismailiyyah Nalumsari, beliau mengkader santri-santri untuk menjadi generasi yang islami dan berakhlak mulia. Yayasan yang telah memiliki Pondok Pesantren, TPQ, pendidikan formal MTs, dan MA ini merupakan kiprah dan jasa beliau dalam mengembangkan pendidikan dan mengkader santri-santri.

Bagi warga masyarakat sekitar, Habib Ahmad dikenal sebagai sosok yang selalu mengajak kebaikan dan mengajak cinta Rasulullah. Melalui Selapanan Burdah setiap Jumu'ah Pahing serta melalui jam'iyyah Hubbur Rasul, Habib Ahmad mengajak masyarakt untuk mencintai Rasul sekaligus meneladani perilaku Rasul.


Ketokohan Habib Ahmad tidak hanya dikenal masyarakat sekitar, dzurriyah Rasul yang aktif di organisasi NU ini begitu dikenal di masyarakat luas. Jasa-jasa beliau dalam memajukan NU teramat banyak. memulai dari Ranting, hingga MWC kecamatan Nalumsari, beliau aktif dan berperan penuh. di tingkat MWC beliau adalah pencetus ide untuk mendirikan lembaga keuangan. Ide kemandirian ekonomi bagi warga NU inilah yang kemudian diwujudkan beliau dalam mendirikan BMT Lima Satu Nalumsari. Melaui BMT inilah beliau merintis untuk mewujudkan perekonomian warga dan perekonomian organisasi. (kha)


Tentang GP Ansor Ranting Nalumsari

Gerakan Pemuda Ansor Ranting Nalumsari Jepara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mulai mengetik dan tekan Enter untuk Cari